Pada suatu hari anak saya membeli sebuah puzzle tiga puluh enam keping bergambar Sponge Bob. Setelah puzzle itu dibongkarnya, dia pun bermaksud menyusun kembali. Namun karena diselingi menonton televisi, penyusunan puzzle itu memakan waktu berjam-jam, dan akhirnya pun tidak sempurna; satu keping telah hilang. Keping hilang itu dicarinya kesana-kemari tapi tidak ditemukan juga. Saya menghiburnya dengan mengatakan, bahwa keping itu tidak terlalu berguna, toh gambar Sponge Bob-nya telah kelihatan, yang hilang hanya sekedar gambar gelembung air. Tapi anak saya tetap sedih, dan sebetulnya saya pun menyadari, keping puzzle yang hilang itu memang meninggalkan satu lubang jelek, setidak penting apa pun gambar di atasnya.